Dari ujung kepala sumur, uap disalurkan menuju turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Pulau Flores, tepatnya Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Pembangkit itu berdiri di Desa Wewo, Kecamatan Satarmese, sekitar 26,4 kilometer arah tenggara Ruteng, ibu kota Manggarai.
Baca Juga:
PLN Rawat PLTA Orya Genyem 20 MW, ALPERKLINAS: Keandalan Listrik Papua Harus Terus Dijaga
Lokasi itu berada di kawasan perbukitan, pada ketinggian 621 meter di atas permukaan laut.
Selama delapan jam kerja per hari, Temor harus memeriksa kepala sumur setiap satu jam.
“Titik ini termasuk dengan risiko paling tinggi, makanya dipantau secara intensif,” ujarnya yang bertugas sejak tujuh tahun silam itu.
Baca Juga:
Demi Percepatan 100 Giga Watt PLTS dan Keamanan Konsumen Listrik, ALPERKLINAS Dorong Pemerintah Bangun Lampu Jalan Seluruh Daerah dengan Tenaga Surya
Tingginya risiko itu lantaran sumur dan pembangkit berada dalam satu areal.
Jarak antara sumur dengan pembangkit kurang dari 25 meter.
Sekedar membandingkan, ada PLTP lain di Indonesia yang jarak antara sumur dan pembangkit hingga berkilo-kilo meter.