Konsumen.WahanaNews.co, Jakarta - Jaringan kedai kopi Fore Coffee berupaya mengatasi risiko fluktuasi harga global akibat ketidakpastian iklim, guna memastikan hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan.
CEO perusahaan ritel kopi rintisan tersebut Vico Lomar saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024), menyatakan perlawanan tersebut dilakukan dengan membeli biji kopi sebelum harga telanjur naik.
Baca Juga:
Srikandi PLN UP3 Karawang Gelar Light Up The Dream, Hadirkan Terang Baru untuk Ibu Arsiti dan Ibu Tinah
"Konter-konter kami biasanya mereka kasih tahu kalau saat ini (Arabika) mau naik harganya. Mereka akan tanya 'apakah biji kopinya mau dibelikan sekarang atau tidak?' supaya harga jual ke konsumen tetap terjaga (tidak ikutan naik)," kata Vico.
Vico mengatakan perlawanan tersebut berhasil menangkal kenaikan harga jual produk di kedai Fore Coffee selama dua tahun terakhir, sehingga harga produk di jaringan kedai mereka pun tidak kunjung berubah.
"Sudah dua tahun harga kopi di kami tidak naik, ini kami jaga untuk pelanggan bisa tetap menikmati harga yang sama," kata Vico.
Baca Juga:
Program Jumat Berbagi Saling Menguatkan, PLN UP3 Bekasi Berbagi Dengan Masyarakat Sekitar
Vico pun memberitahu awak media bahwa fluktuasi harga dapat dipengaruhi situasi panen di negara produsen kopi, seperti Brazil dan Vietnam.
Jika terjadi gagal panen di atas 30 persen berturut-turut, menurut dia, itu saatnya menjalankan inovasi agar bisnis tak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga yang dinamis.
"Menjalankan bisnis kopi tidak hanya sebatas membuat dan menikmati kopi, namun juga menghargai segelas kopi melalui inovasi rasa dan cara menikmati yang belum pernah ada sebelumnya dan disesuaikan dengan karakter para pencinta kopi," kata Vico.