Dia mengatakan SocialSpy tidak memiliki kemampuan menerobos keamanan WhatsApp. Pengembang hanya mengarahkan pengguna sampai tahap mengeklik iklan.
Jika mengakses situs SocialSpy, pengguna cuma perlu memasukkan nomor telepon pasangan atau target yang hendak disadap.
Baca Juga:
Riset Bongkar Kebiasaan Baru Konsumen RI, Telat Balas Chat Bisa Kehilangan Pembeli
Kemudian pengguna harus menyelesaikan verifikasi untuk membuktikan dirinya bukan bot.
Langkah selanjutnya pengguna situs diberikan godaan bahwa percakapan target sudah bisa dilihat.
Kemudian situs pun akan menampilkan animasi seolah-olah sedang 'loading' mengakses server, loading data. Kemudian situs akan meminta verifikasi untuk membuktikan kalau kita bukan bot.
Baca Juga:
Pilih Chat daripada Telepon? Kebiasaan Ini Ternyata Ungkap Cara Anda Berpikir
Namun saat dijajal untuk ke halaman selanjutnya, langkah verifikasi berubah bukan lagi berada di alamat SocialSpy, melainkan diarahkan ke situs cpabuild atau situs pengumpul klik.
Sehingga alih-alih situs SocialSpy bisa menyadap WhatsApp pasangan atau pengguna, malah berujung ke situs pengumpul klik, yang hanya menguntungkan bagi pemilik tautan tersebut.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga telah menyatakan Socialspy adalah penipuan. Lembaga ini menjelaskan sudah banyak beredar informasi salah terkait aplikasi ini yang beredar di masyarakat.