WALINKI.ID | Beberapa konsumen mulai berpindah dari pertamax ke pertalite sejak Presiden Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9) lalu.
Salah satunya adalah Marsel (25), seorang konsumen yang sedang mengisi pertalite di SPBU di kawasan Pamulang mengatakan beralih karena tak sanggup harus menaikkan budget untuk BBM.
Baca Juga:
Wali Kota Bandung Salurkan 12.000 Paket Sembako dan Awasi Gudang Pangan Selama Ramadan
Ia bercerita selama ini menggunakan pertamax seharga Rp12.500 per liter (harga lama) pun sebenarnya sudah terasa berat dengan penghasilannya yang tak seberapa. Namun, ia tetap memakai pertamax karena merasa lebih bagus untuk mesin motornya.
Tapi, pikirannya berubah sejak Jokowi menaikkan harga pertamax jadi Rp14.500 per liter. Ia merasa tak bisa lagi bertahan memakai pertamax.
Akhirnya, beralih ke pertalite, meski naik harganya dinaikkan Jokowi menjadi Rp10 ribu per liter.
Baca Juga:
Kasi Intel Kejaksaan Taput, "Menyimpang dari Kepentingan Masyarakat Tentu Kita Tanggapi Memakai Anggaran Negara"
"Saya sebelumnya pertamax pakainya. Seminggu pas naik masih pakai pertamax, tapi setelah itu dihitung-hitung kok biaya buat bensin tambah besar. Ya sudah saya pindah deh. Ya kira-kira sudah lima hari pindah isi pertalite," curhat Marsel kepada media dikutip, Kamis (15/9).
Kata pergeseran itu ia lakukan karena kenaikan harga BBM yang tak dibarengi dengan penambahan gaji.
"Gaji nggak naik-naik, kebutuhan naik. Ya pindah aja deh," tuturnya.