Begitu juga dengan Maman (33) yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online. Ia memilih untuk beralih ke pertalite.
Ia mengakui ada kenaikan tarif ojol yang diberlakukan Kemenhub usai Jokowi menaikkan harga BBM. Tapi katanya, kenaikan itu tak bisa menutupi besaran beban yang ditimbulkan oleh lonjakan harga BBM.
Baca Juga:
Effendi Napitupulu dan Audi Murphy Sitorus Dilantik di Jakarta, Papan Bunga Berjejer di Jantung Kota Balige
"Mana cukup. Naik tarif juga sama saja. Driver cuma sedikit naiknya. Yang besar kan ke operator. Jadi nggak ngaruh. Dari pada amsyong kan, saya pilih pertalite saja lah," ujarnya sembari mengisi BBM pertalite.
Sementara, Yohana (28) memutuskan untuk tetap menggunakan pertamax.
Lantaran, ia sudah merasakan menggunakan pertamax lebih hemat dan berdampak lebih baik untuk mesin motor.
Baca Juga:
Soal Penambahan Kewenangan Polri-TNI hingga Kejaksaan, Koalisi Sipil Menolak Keras
"Pakai pertamax enak soalnya. Lebih hemat juga. Tarikan mesin lebih enteng. Enak aja ngerasanya karena kan kualitasnya juga lebih baik dari pertalite. Jadi ya harga naik sedikit saya nggak masalah," jelasnya. [jat]