Handoko menuturkan, selain Biak, Morotai juga menjadi salah satu alternatif lokasi untuk pembangunan bandara roket pengorbit satelit.
"Biak bukan satu-satunya lokasi ideal, dan BRIN belum investasi apapun. Saat ini, BRIN masih melakukan evaluasi terhadap perencanaan awal. Kajian serupa juga sudah dilakukan di beberapa lokasi lainnya,” ujarnya.
Baca Juga:
Pakar BRIN Prediksi Hari Raya Idulfitri Serempak Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025
Mengenai SpaceX yang dikabarkan pernah berkomunikasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang saat ini bernama Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORTN) BRIN, Kepala ORTN, Erna Sri Adiningsih, menegaskan bahwa komunikasi yang pernah berlangsung dengan SpaceX bukan dalam konteks pembangunan antariksa.
"SpaceX saat itu membantu memetakan lokasi penerbangan penumpang komersial antarbenua dengan menggunakan roket agar lebih hemat energi dan waktu dibandingkan jika menggunakan pesawat," tuturnya.
Erna mengatakan, Lapan sudah melakukan studi fisibilitas pada lahan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan di Biak.
Baca Juga:
Waspada Cuaca Ekstrem, Pakar BRIN Ungkap Kemunculan Badai Multisel
Lokasi Biak diketahui sudah sesuai dalam hal teknis dan lingkungan secara fisik.
Namun, luasan lahan harus diperluas karena belum memenuhi persyaratan minimum 1.000 hektare untuk kebutuhan yang lebih besar.
Selain itu, ada aspek sosial budaya yang harus dipikirkan secara serius.