Kementerian Perdagangan secara berkala melakukan pemantauan perkembangan harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada 216 pasar di 90 kabupaten / kota.
Wamendag berkesempatan berbelanja di beberapa kios pedagang dan melakukan pembayaransecara digital. Ia mengingatkan kembali pentingnya digitalisasi pasar dapat meningkatkan produktivitas.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong UMKM Yogyakarta Akses Informasi Pasar Ekspor dan Gandeng Perwadag
“Penerapan digitalisasi, salah satunya pembayaran digital, bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus meninggalkan lapak dagangan. Selain itu, pemanfaaatan pembayaran digital pada pasar rakyat ini membawa keuntungan bagi pedagang dan kemudahan pembayaran bagi pembeli,” pungkas Jerry.
Kementerian Perdagangan menargetkan digitalisasi 1.000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia. Saat ini sudah terdapat 2.047 pasar rakyat menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat on-boarding pemasaran secara digital, dan 51 pasar rakyat telah melakukan transaksi nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). [JP]