Konsumen.WahanaNews.co, Jakarta - Teori ordinal dalam ekonomi konsumen adalah salah satu konsep penting yang membantu kita memahami bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian.
Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa konsumen memiliki preferensi yang dapat diurutkan, bukan hanya dinyatakan sebagai kardinal (dalam angka atau nilai yang pasti).
Baca Juga:
Konsumen Meikarta Mengadu ke Kementerian PKP karena Apartemen Tak Kunjung Diterima
Dasar Teori Ordinal
Teori ordinal menyatakan bahwa konsumen dapat membandingkan dan mengurutkan preferensi mereka terhadap barang atau layanan yang berbeda. Namun, itu tidak mengukur seberapa besar perbedaan preferensi itu di antara barang atau layanan tersebut. Dalam konteks ini, penting untuk diingat bahwa teori ini fokus pada urutan atau peringkat preferensi, bukan pada besarnya.
Misalnya, jika seorang konsumen lebih suka produk A daripada produk B, tetapi tidak ada cara pasti untuk mengukur seberapa jauh lebih baik, teori ordinal menyatakan bahwa kita hanya tahu bahwa produk A lebih disukai daripada B.
Baca Juga:
BAZNAS Salurkan Dana Sedekah Konsumen Alfa Group Rp24,3 Miliar Tahun 2024
Implikasi dalam Analisis Konsumen
Penerapan teori ordinal dalam analisis konsumen membawa implikasi yang signifikan. Salah satunya adalah bahwa kita dapat menggunakan peringkat atau perbandingan relatif untuk memahami perilaku konsumen. Ini membantu dalam memahami bagaimana konsumen membuat pilihan di antara berbagai alternatif yang tersedia.
Metode Pengumpulan Data