Terkait hal tersebut, Brick menjalin kemitraan dengan Visa untuk memberi akses ke wawasan data dan skor dari transaksi debit dan kartu kredit Visa. Ini juga bertujuan untuk membantu perluasan akses keuangan di Indonesia.
Kemitraan ini memungkinkan penyedia layanan keuangan ini untuk mengambil wawasan data transaksi kartu agregat pengguna akhir, atas persetujuan pengguna, untuk penilaian terkait risiko kredit.
Baca Juga:
Arsjad Rasjid: Jangan Cepat Puas, KEK Indonesia Masih Belum Optimal
"Wawasan tambahan membantu memungkinkan mitra dan klien Brick memberikan pengguna kartu debit Visa wawasan keuangan dan akses yang lebih baik ke kredit melalui keputusan penjaminan emisi yang lebih baik. Ini juga memungkinkan konsumen untuk mengakses jalur kredit yang mungkin tidak dapat mereka lakukan," urai dia.
Brick telah membangun infrastruktur yang memungkinkan pengguna berbagi data dengan aman dengan fintech, saat ini melayani lebih dari 50 klien di Indonesia.
Beberapa di antaranya bergerak di bidang pemberi pinjaman fintech, bank digital dan aplikasi manajemen keuangan pribadi.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Apresiasi Lonjakan Investasi Jakarta, Aglomerasi Jabodetabekjur Dinilai Kian Strategis bagi Ekonomi Nasional
"Kemitraan dengan Visa kami yakin dapat memungkinkan lembaga keuangan tersebut untuk memperluas akses keuangan," paparnya. [jat]