Harga Daging Sapi Naik Tembus Rp 150 Ribu per Kg
Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan untuk menyisihkan uang belanja tentu harus diambil dari pendapatan di awal bulan. Jumlahnya tentu sudah ditentukan oleh setiap orang per bulannya.
Baca Juga:
Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Menkeu Sebut Sudah Membaik
Namun dalam keadaan harga pangan yang tinggi, kata dia, Anda harus mengalokasikan dana lebih untuk uang belanja.
"Berarti alokasinya dari awal harus kita pisahkan duluan untuk konsumsi yang sudah naik, jika penghasilannya tetap berarti salah satunya mengurangibudgetyang lain," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, kamis (24/2).
Artinya, Anda mau tidak mau harus mengurangi biaya dari kebutuhan pokok lain agar bisa dialokasikan untuk uang belanja.
Baca Juga:
Prabowo akan sampaikan “Prabowonomics”, Konsep Pemikiran Ekonomi Presiden Prabowo dan Hasil Konkret 1 Tahun di WEF Davos
Ia mencontohkan dengan mengurangi konsumsi listrik atau biaya transportasi, maka uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut akan lebih sedikit dari biasanya. Kemudian, karena dana untuk listrik dan transportasi menjadi kecil, sisa dana yang Anda miliki bisa dialokasikan untuk uang belanja.
"Jadi mengalihkan pengeluaran lainnya untuk ditambahkan ke konsumsi," sambung Tejasari.
Lebih lanjut, ia menyampaikan jika tidak bisa memindahkan dana lain untuk uang belanja. Anda bisa mencoba mencari penghasilan tambahan.