Wahanaadvokat.com | Personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Sukabumi membongkar dua kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Arab Saudi dan Papua.
Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Iptu Bayu Sunarti mengatakan lima perempuan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jadi korban kasus perdagangan orang tersebut.
Baca Juga:
Trump Rilis Daftar Negara Penghambat Perdagangan AS, Indonesia Termasuk
"Seluruh korban berjumlah lima orang, empat menjadi korban perdagangan orang ke Papua dan satu lainnya ke Arab Saudi," kata Iptu Bayu Sunarti di Sukabumi, Senin (14/3).
Bayu mengungkapkan modus TPPO ke Papua dilakukan tiga tersangka adalah menjerat empat perempuan muda asal Palabuhanratu dengan janji bayaran tinggi sebagai karyawan salah satu kafe di Papua.
Tiga tersangka untuk TPPO ke Papua telah mendekam di sel tahanan Mapolres Sukabumi, salah satunya adalah perempuan. Mereka kini tinggal menunggu sidang.
Baca Juga:
Malaysia Cabut BMAD Serat Selulosa Asal Indonesia, Kemendag RI Prediksi Ekspor ke Malaysia Meningkat
Sementara itu, satu tersangka lainnya adalah pemilik kafe di Papua. Ia juga berperan sebagai pembeli warga Sukabumi tersebut. Tersangka itu kini telah ditahan di Papua.
Sedangkan kasus dugaan TPPO ke Arab Saudi kini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan. Korban merupakan perempuan asal Kecamatan Cidahu.
Berdasarkan pengakuan korban, ia bisa berangkat ke Arab Saudi usai berkenalan dengan seseorang di media sosial. Orang itu katanya perwakilan perusahaan jasa penyediaan tenaga kerja ke luar negeri.
Setelah berkenalan, korban diiming-imingi pekerjaan sebagai penata rumah tangga atau babysitter di Arab Saudi dengan upah tinggi.
Namun, korban malah disimpan di penampungan dan dipekerjakan sebagai pembantu tanpa upah bahkan untuk makan dan minum pun sulit.
"Kami bekerja sama dengan pihak lain membantu memulangkan korban dari Arab Saudi. Alhamdulillah sekarang sudah kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya dan kami masih memburu pelaku yang memberangkatkan korban ke Arab Saudi," kata Iptu Bayu. [tum]