Misalnya beberapa komposisi yang terdapat dalam pewarna rambut adalah paraphenylenediamine (PPD) dalam konsentrasi mulai dari dua hingga 10 persen.
PPD ini merupakan zat pewarna hitam permanen yang diaplikasikan dengan amonia dan hidrogen peroksida pada pewarnaan rambut.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan di Tengah Krisis, BAZNAS Dirikan Kelas Darurat di Gaza
Efek PPD ketika tertelan bisa menyebabkan edema cervicofacial, cedera mukosa, gangguan pernapasan, gagal ginjal akut, hingga rhabdomyolysis.
"Konsentrasi zat kimia kecil saja dapat menimbulkan gangguan pada anak. Sebagai contoh, anak kecil bila kemasukkan busa sabun atau sampo saja matanya bisa perih dan iritasi," kata dia.
Berikut beberapa risiko dan bahaya cat rambut pada anak:
Baca Juga:
Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Berisiko Akan Dibatasi
1. Alergi
Reaksi alergi bisa saja dialami anak ketika rambutnya diwarnai. Ini bisa terjadi lantaran belum tentu anak cocok dengan komposisi zat pewarna tersebut.
"Dan ini ujungnya bisa memunculkan alergi berupa kemerahan, gatal, dan lain-lain," kata dia.