"Untuk itu, pengelasan rel KCJB dilakukan dengan metode Flash-butt welding dengan mesin UN-200 dari Tiongkok, Sobat," jelasnya, dalam @KeretaCepatID.
Proses pengelasan rel KCJB dengan UN-200 ini berlangsung di fasilitas Welding Factory yang berada di Depo Tegalluar Track Laying Base KCJB. Dengan melakukan pengelasan di factory welding, mutu sambungan rel dapat lebih terkontrol.
Baca Juga:
Rencana Kementerian PKP Mau Luncurkan Apartemen Subsidi, Bos Pengembang Angkat Suara
"Jadi, cara kerja dari Flash-butt welding adalah dengan memanaskan kedua batang rel yang akan disambung dengan mesin UN-200. Setelah mencapai suhu yang dibutuhkan, kedua ujung barang rel tersebut disambung dengan tekanan tertentu hingga benar-benar menyatu dengan sempurna." ujarnya.
Dengan kecanggihannya, mesin UN-200 mampu memberikan kualitas sambungan yang konsisten pada setiap rel. Karena itulah, diperlukan tukang las khusus untuk mengoperasikannya.
"Tukang Las UN-200 mampu merekam perubahan tekanan dan suhu sambungan selama pemanasan dan pendinginan berlangsung, serta mengidentifikasi sambungan secara otomatis," tutup KCIC.
Baca Juga:
Dugaan Mark up dan Penyimpangan Pemilihan Penyedia Peningkatan Kualitas Sarana Penyiraman di Wilayah DKI Jakarta
Jadi secara tidak langsung, selama proses pembangunan mega proyek ini, pemerintah China telah mendapatkan keuntungan dari penyerapan tenaga kerja serta penggunaan alat asal Negeri Tirai Bambu Tersebut. [tum]