Perapki.WahanaNews.co | Atas dugaan tindak pidana pemalsuan identitas, empat orang anak pendiri Sinarmas Group dilaporkan ke Polri.
Laporan ini dibuat oleh salah satu anak pendiri Sinarmas Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjadja dengan ditemani oleh pengacara hukumnya Kamaruddin Simanjuntak membuat laporan ini pada Senin (21/11).
Baca Juga:
Frans Antoni Diduga 168 Kali Bawa Uang Tunai Jaringan Fredy Pratama ke Thailand
"Membuat Laporan Polisi atas tindak pidana pemakaian KTP, KK, dan PASPOR yang diduga ASPAL (ASLI TAPI PALSU) atas nama INDRA WIDJAJA, FRANKY OESMAN WIDJAJA, MUKTAR WIDJAJA , dan OEI TJIE GUAN ALIAS TEGUH GANDA WIDJAJA," ujar Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan, Senin (21/11).
Menurut Kamaruddin, keempatnya masih mengemban status sebagai WNA asal Tionghoa dan seluruhnya, terlibat tindak pidana pemalsuan identitas berupa KTP, KK, dan juga paspor.
Selain itu, Kamaruddin juga meminta kepada Bareskrim untuk membuka kembali kasus pemalsuan akta kelahiran para terlapor yang penyelidikannya berhenti pada 18 Oktober lalu lantaran tidak ditemukannya unsur pidana.
Baca Juga:
Frans Antoni Diduga Bawa Uang Narkoba ke Thailand 168 Kali, Nilainya Minimal Rp1 Miliar Sekali Jalan
Adapun, para terlapor terancam pasal 93 Undang-Undang Administrasi Kependudukan tentang memalsukan surat dan atau dokumen kepada Instansi Pelaksana dalam melaporkan peristiwa kependudukan dengan ancaman pidana 6 tahun penjara jo pasal 263, 264, dan 266 ayat 1&2 KUHP tentang pemakaian dan pemalsuan Akta Otentik junto pasal 55 KUHP.
Belum ada keterangan dari Sinar Mas Group soal kedatangan Freddy dan kuasa hukumnya. [tum]