PPPKI.id | Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara soal sistem perizinan Online Single Submission (OSS) yang disebut masih banyak kurangnya. Meski begitu Luhut memaklumi jika OSS masih banyak kekurangan.
Hal itu karena OSS menurutnya proyek besar, tak bisa cepat saja menjadi sempurna. Namun sejauh ini, dari pantauannya sistem OSS sudah sangat membantu bagi izin-izin usaha kecil.
Baca Juga:
Warga Kabupaten Tangerang Kesulitan Mendapatkan Tabung Gas 3 Kg Bersubsidi
"Mengenai OSS, OSS itu saya kira pekerjaan super besar. Jadi memang masih ada masalah di sana sini, tapi success story mereka ini untuk yang skala UMKM sudah tidak ada masalah. Kalau yang besar, memang memerlukan satu kerja sama yang besar lagi," ungkap Luhut dalam acara grand launching Penawaran Investasi Berkelanjutan BKPM di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, seperti dilansir detikcom Kamis (17/3/2022).
Menurutnya OSS memang butuh beragam perbaikan. Bahkan dia menyebutkan masalah yang ada di OSS saat ini bila ditangani Steve Jobs ataupun Bill Gates pun belum tentu akan selesai. Dia menyebutkan bahkan bila harus membangunkan kedua tokoh ini dari kuburannya belum tentu masalah OSS akan selesai.
"Jadi kita masih butuh perbaikan-perbaikan untuk ke depannya lagi. Istilah dari tim kita bilang kayak begini ke saya: suruh bangunin lagi Steve Jobs dari kuburannya sama Bill Gates untuk menyelesaikan OSS sehari juga nggak akan selesai, seminggu juga enggak akan selesai," kata Luhut.
Baca Juga:
Pertamina Larang Pengecer Jual Elpiji 3 Kg, Begini Cara Daftar Jadi Pangkalan Resmi
Masalahnya memang besar, dia bilang untuk infrastruktur digital map di kabupaten/kota saja baru tersedia 56 unit padahal yang dibutuhkan 2.000 unit. Hal-hal macam ini menurutnya harus diselesaikan secara bertahap.
"Itu harus kita genjot. Kalau itu selesai, secara bertahap semua dilakukan, kita akan jauh lebih hebat lagi ke depan. Saya kira dalam dua tahun atau satu setengah tahun kita akan bisa menyempurnakan itu semua. Makanya kalau ada keluhan dari teman-teman di OSS itu, tidak ada yang salah," pungkas Luhut. [JP]