"Kami ini dikader oleh PP dari nol untuk jadi pemimpin nasional, salah satunya jadi presiden RI. Saya sudah jadi ketua DPD RI sekarang tinggal satu langkah, tinggal [jadi] presiden. Ini hasil pengkaderan PP," klaimnya.
Diketahui, ambang batas presiden mensyaratkan dukungan parpol atau gabungan parpol dengan jumlah kursi di DPR minimal 20 persen atau suara sah nasional 25 persen pada pemilu sebelumnya.
Baca Juga:
Pasca Disita, KPK Kembalikan 11 Mobil Mewah pada Ketum Pemuda Pancasila
La Nyalla sendiri sejauh ini tak tercatat sebagai kader. Ia sempat memakai Partai Gerindra sebagai kendaraan politik untuk mencari dukungan pada Pilkada Jawa Timur 2018 namun gagal. Hal itu pun membuat Gerindra batal mengusungnya.
Terpisah, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat dukungan untuk maju sebagai capres 2024 dari Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) Jakarta Timur.
"PPIR selaku organisasi yang beranggotakan para Purnawirawan TNI dan Keluarga Besar TNI memohon agar Pak Prabowo bersedia menjadi Calon Presiden Tahun 2024 yang akan datang," demikian bunyi siaran pers dikutip, Kamis (26/5).
Baca Juga:
BPPH Pemuda Pancasila Imbau Masyarakat Jaga Moral Bangsa dengan Menghormati Para Pemimpin Negara
Agenda deklarasi itu dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus Anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur Habiburokhman dan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis.
Dalam sambutannya, Habiburokhman menuturkan bahwa Prabowo telah menorehkan banyak prestasi sebagai Menteri Pertahanan sehingga cocok untuk dicalonkan menjadi presiden di periode mendatang.