"Tapi kalau ini udah masif dan kemudian ada insentif lain pasti juga akan turun. Nanti kita hitung skala industri berapa nanti akan menuju ke harga berapa," ujar Arifin.
Tahun ini, anggaran subsidi dan kompensasi energi meningkat dari APBN awal sebesar Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun karena lonjakan harga minyak dunia.
Baca Juga:
Penghapusan BBM Subsidi Dimulai 2027, Luhut: Negara Bisa Hemat Rp 90 Triliun
Lonjakan subsidi itu membuat pemerintah menaikkan harga BBM subsidi.
Jika dirinci, harga pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter, solar bersubsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter. [tum]