"Secara jangka pendek, penggunaan oli palsu dapat menurunkan performa mesin. Karena efek pelumasan komponen mesin yang kurang baik," jelas Nurudin.
Kalau secara jangka panjang, lanjutnya, penggunaan oli palsu akan membuat mesin tidak reliabel.
Baca Juga:
BPBD Kota Gunungsitoli Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Pertamina dan Bagikan Tali Asih ke YPKB
Selain itu umur mesin tidak dapat mencapai ekspektasi sesuai umur desainnya.
"Pada saat jadwal maintenance mungkin lebih banyak parts yang harus diganti. Semua juga bergantung pada kadar kepalsuan pelumasnya,” tambahnya lagi.
Sementara itu, pada beberapa kasus oli palsu tanpa additive detergent atau dispersant (tanpa TBN) untuk mesin diesel, dapat langsung merusak mesin.
Baca Juga:
Diburu Internasional, Red Notice Interpol Terhadap Riza Chalid Resmi Terbit
Misalnya juga pada kasus pelumas industri dengan requirement yang spesifik, seperti pelumas compressor industry.
Penggunaan oli palsu juga bisa langsung merusak system lubrication compressor. [tum]