Di lokasi tersebut ditemukan banyak sampah menumpuk di pinggir jalan dan pasar hingga terdapat bangkai binatang yang sudah berminggu-minggu.
Dedi menilai Yudha yang mengaku sebagai mahasiswa cinta lingkungan tidak peka karena membiarkan lingkungan rumahnya kotor dan penuh sampah.
Baca Juga:
Survei IPI Buka Bursa Capres 2029, Sjafrie dan Dedi Mulyadi Masuk Radar
Bahkan sampah harus diangkut oleh Dedi yang bukan orang Plered.
“Kenapa anda mahasiswa tidak punya kepekaan ada orang setiap hari buang sampah dan membiarkan, jangan-jangan anda ikut buang."
"Harusnya anda malu sebagai warga Plered, memungut sampah oleh saya. Anda jangan ketinggian ngomong, seharusnya malu sampah depan rumah saja dibiarkan,” kata Dedi.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Wacanakan Pemprov Jabar Ambil Alih Pembangunan Jalan Desa
“Kan ada yang lebih berkompeten,” timpal Yudha.
“Pemikiran seperti anda membuat negara tidak maju. Tidak punya keinginan memperbaiki secara langsung, hanya berteori."
"Ngomongnya tinggi. Harusnya anda orang Plered malu, sampah di depan anda dibiarkan oleh anda dan saya yang memungut. Harusnya anda malu, bangkai kucing di pinggir jalan, corat-coret dibiarkan, harusnya malu,” kata Kang Dedi.