Pihak keluarga pun melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Arfandi.
Lalu, makam Arfandi itu dibongkar kepolisian guna dilakukan autopsi oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel.Tak hanya itu, pihak keluarga korban yang didampingi kuasa hukumnya turut menyaksikan pembongkaran makam anaknya bersama sejumlah kerabat korban.
Baca Juga:
Maksimalkan Penjagaan, Polisi Jamin Keamanan Wisatawan di Kepulauan Seribu
"Inisiatif awal Kabid Propam minta diautopsi, tapi pihak keluarga menolak. Kemudian ada lagi permintaan keluarga untuk diautopsi setelah dikubur," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, Kamis (19/5). [tum]