Diketahui Tintin Rondasih, bukan kepala sekolah yang direkomendasikan K3S dan tidak termasuk dalam pemetaan ke Dinas Pendidikan untuk menjabat sebagai PLT di SDN Rawailat.
Sebab, masih ada calon PLT yang lebih layak direkomendasikan K3S dan pengawas serta bedomisili berdekatan dengan SDN Rawailat.
Baca Juga:
Pascakonflik Timur Tengah, ALPERKLINAS Dorong Semua Pihak Dukung Konversi PLTD Jadi PLTS
Sementara SDN Nyalindung, diketahui memiliki anak didik dengan jumlah diatas ribuaan murid, sementara SDN Rawailat juga sama memiliki ribuan murid.
Calon PLT yang direkomendasikan K3S dan peangawas adalah kepala sekolah pengalamanya yang sudah mumpuni, usia memungkimkan, berdomisili berdekatan dengan SDN Rawailat dan anak didik ditempatnya bertugas sekarang jumlahnya lebih sedikit.
“Sepertinya rekomendasi dari K3S dan pengawas tidak diindahkan dinas. K3S sepertinya tidak ada fungsinya. Padahal mereka yang mengetahui kondisi dilapangan. Kami mendesak agar Inspektorat kabupaten Bogor memeriksa proses pengangkatan PLT dimaksud,” ucapnya.
Baca Juga:
Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Konsumsi Minyak dan Gas Sekaligus Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, ALPERKLINAS: Pemerintah Top!
Sampai berita ini ditayangkan, Minggu, (5/6/2022) wartawan masih berusaha menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk meminta konfirmasi. [tum]