Sebagai contoh, anggota melakukan “damai” di lapangan dengan menerima sejumlah uang atau melakukan kekerasan berlebih.
Di sisi lain, lanjut dia, dengan penggunaan bodycam, anggota juga langsung dapat merekam terjadinya tindak pidana, atau bisa menjadi bukti jika anggota dituding melakukan pelanggaran yang tidak dilakukannya.
Baca Juga:
Diduga Dianiaya Polisi, Polda Jateng Ekshumasi Jenazah Darso
Poengky juga menyebutkan, penggunaan bodycam saat ini merupakan kebutuhan bagi Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengawasi anggota, sekaligus pendukung bagi upaya penegakan hukum.
Upaya ini seperti yang telah dilakukan di negara-negara maju dan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Filipina yang sudah menggunakan bodycam.
“Dengan adanya body camera diharapkan kualitas anggota Polri menjadi semakin baik,” katanya.
Baca Juga:
Simak Daftar Negara-negara ASEAN, Lengkap dengan Ibu Kota dan Tanggal Bergabung
Tidak cukup hanya penggunaan bodycam, Poengky berpendapat, pengawasan melekat dari atasan dan pengawasan internal sangat diperlukan untuk memaksimalkan penggunaan bodycam. Oleh karena itu diharapkan atasan dan pengawas internal Polri dapat (memeriksa) me-review bodycam masing-masing anggota setiap hari atau jika ada kasus yang melibatkan anggota maka harus diperiksa.
“Dengan banuan body camera, diharapkan pengawasan internal Polri lebih tegas dan independen, sehingga dapat mencegah kenakalan anggota,” kata Poengky. [tum]