Kedua, memitigasi risiko non sovereign digital currency. Ketiga, memperluas efisiensi dan tahapan sistem pembayaran termasuk cross border.
Keempat, memperluas dan mempercepat inklusi keuangan. Kelima, menyediakan instrumen kebijakan moneter baru.
Baca Juga:
Polresta Tangerang Awasi Jasa Penukaran Uang Baru untuk Cegah Peredaran Uang Palsu
Keenam, memfasilitasi distribusi fiscal subsidy.
"Penerbitan CBDC juga membutuhkan tiga pre requisite yang perlu dipastikan untuk dimiliki suatu negara, yakni desain yang tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan, desain CBDC yang terintegrasi dengan infrastruktur FMI-sistem pembayaran, dan teknologi yang digunakan untuk tahap eksperimen," papar Doni.
Ia menambahkan bahwa CBDC akan meningkatkan pertumbuhan pasar modal. Sebab, keberadaan mata uang digital itu akan mengerek pertumbuhan pasar modal di RI.
Baca Juga:
Dikira Uang Palsu, Cacahan Rupiah di TPS Liar Bekasi Ternyata Limbah BI
"CBDC cukup meningkatkan pertumbuhan pasar modal dengan memfasilitasi akses pembayaran dan inklusi keuangan," tandas Doni. [tum]