Namun, pihaknya hanya mampu memproduksi kolang - kaling sebanyak 500 kilogram per hari akibat terbatasnya buah pohon kaum itu.
"Kami hari ini memasok kolang kaling ke pasar Rangkasbitung dan Malingping sebanyak 500 kilogram dengan harga Rp10 ribu/kilogram dan bisa menghasilkan pendapatan Rp5 juta,"kata Rudi.
Baca Juga:
BPBD Lebak Tingkatkan Kewaspadaan Banjir dan Longsor Usai Bencana di Daerah Tetangga
Sementara itu, Suherman (45) pengumpul kolang-kaling warga Kabupaten Lebak mengaku setiap hari menerima produksi kolang kaling dari perajin di Kecamatan Sobang, Cigemblong, Cibeber, Muncang dan Cijaku.
Daerah-daerah itu merupakan sentra perkebunan aren yang menghasilkan kolang -kaling dan gula aren.
"Kami sehari bisa menjual antara tiga sampai empat ton menggunakan kendaraan Pick Up dan bisa meraup keuntungan sekitar Rp1,5 juta per hari," katanya.
Baca Juga:
DLH Kabupaten Lebak Terapkan Sistem Controlled Landfill untuk Kelola Sampah di TPA Dengung
[Redaktur: Amanda Zubehor]