Setelah kejadian itu, kata Harmin, pihak orang tua siswa pun keberatan dengan perbuatan oknum guru tersebut. Alhasil pihak sekolah kemudian melakukan pertemuan dengan pihak orang tua siswa.
Tak puas dengan hasil pertemuan di sekolah tersebut pun berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.
Baca Juga:
Suap ke Ade Yasin dari Pihak Swasta Diduga Melalui Ajudan
"Jadi hari Senin, kepala sekolah rapat dengan orang tua siswa setelah selesai rapat jumlah siswa itu kan ada 18 orang. Semua murid-murid ini orang tuanya sudah saling memaafkan guru ini, hanya ada satu yang keberatan dan tidak mau, nah inilah yang memviralkan itu berita itu," jelasnya.
Harmin mengatakan pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Buton telah berupaya untuk memberikan menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan, tapi pihak orang tua siswa tetap bersikukuh untuk tidak memaafkan perbuatan oknum guru itu.
"Dia guru ASN, dia pegawai. Saya dengar sudah melapor ke polisi. Jadi kita barangkali tinggal menunggu bagaimana ini kelanjutannya, karena dari pihak kepolisian juga sudah turun di sekolah," katanya.
Baca Juga:
Ingin Kuasai Harta, Pria di Dairi Tega Bunuh Nenek Kandung
Terpisah, kepolisian mengonfirmasi terkait laporan belasan siswa SD Buton dihukum makan sampah.
"Nanti kita akan panggil pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut lalu kita tentukan unsur pidananya. Tapi kita harapkan dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran untuk semuanya," kata Kapolres Buton AKBP Gunarko soal kasus siswa SD Buton dihukum makan sampah itu. [tum]