Teriakannya itu lalu diikuti warga lainnya. "Ini tanaman milik kami," teriak seorang warga.
"Kami ini manusia, Pak. Ajak komunikasi. Kami bukan binatang," tambah warga lainnya.
Baca Juga:
Tiga Proyek Sampah Jadi Listrik Masuk PSN, Bekasi hingga Denpasar Jadi Tahap Awal
Aksi Paulinus dan beberapa warga ini sempat membuat ekskavator berhenti. Namun, Kepala Bagian OPS Polres Mabar, Robert M. Bolle meminta operator alat berat itu untuk melanjutkan pekerjaan.
"Jangan diam. Maju, maju," katanya.
Paulinus terus berusaha melakukan protes dan mempertanyakan kehadiran aparat di tempat itu.
Baca Juga:
Dibalik Judul "Pesta Babi": Sebuah Catatan tentang Hutan Papua yang Terus Menyusut
"Kamu dibayar berapa. Polisi dibayar berapa?" teriak Paulinus sembari menunjuk-nunjuk ke arah polisi di hadapannya.
Kata-katanya itu kemudian direspons Robert dengan perintah penangkapan.
"Amankan dia. Amankan dia. Bawa dia. Tangkap yang lain," perintahnya yang langsung direspons beberapa personel polisi.