Wahanaadvokat.com | Bepergian atau mudik dengan naik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih menjadi pilihan ekonomis dan nyaman saat ini.
Penumpang yang melakukan perjalanan ke luar kota dengan bus AKAP juga harus tetap waspada dengan barang bawaannya, karena aksi pencopetan masih bisa terjadi.
Baca Juga:
Aktivitas Pemudik di Terminal Cileungsi Mulai Ramai, Lonjakan Diperkirakan 27 Maret
Meski begitu, pengemudi dan kru bus AKAP dapat memberikan kode-kode jika melihat ada komplotan pencopet yang naik bus.
Kode jika ada copet
Biasanya, pengemudi memberi kode dengan menyalakan lampu kabin, mengeraskan volume musik dan mengemudi dengan kasar.
Baca Juga:
Modus Beli Baju, Komplotan Copet Wanita Beraksi di Mal Kota Bogor
Dengan memberi kode tersebut, penumpang dibuat tidak bisa istirahat atau tidur. Sehingga lebih waspada untuk menjaga barang bawaannya.
Anggota Forum Bismania Dimas Raditya mengatakan, kode ini dilakukan agar penumpang tetap waspada.
“Jadi ketika ada komplotan pencopet, kode yang dilakukan pengemudi dan kru antara gaya menyetirnya dibuat kasar atau volume musik yang dibuat kencang,” ucap Dimas mengutip Kompas.com, Rabu (2/6/2021) lalu.