Sahat menyarankan, agar sumber dana subsidi ini berasal dari bea keluar ekspor CPO. Sahat menghitung bea keluar yang dibutuhkan negara seharusnya hanya sekitar US$ 57 per ton, sedangkan bea keluar saat ini adalah US$ 200 per ton.
Menurutnya, pemotongan bea keluar pada April-Juni 2022 dapat memenuhi anggaran subsidi dengan skema Kartu DTKM tersebut.
Baca Juga:
Periode Maret 2025, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Melemah
Adapun, penyaluran dana akan dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) setelah bekerja sama dengan Badan Pengatur Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). [tum]