"Kita mesti melakukan redefinisi terhadap definisi soal maskapai kebanggaan nasional. Maskapai kebanggaan nasional itu tidak perlu atau tidak boleh sebenarnya terbang ke mana-mana, punya pesawat segala macam jenis, dan memenangkan alat-alat macam-macam, tapi enggak untung. Menurut kami yang namanya maskapai kebanggaan nasional itu adalah maskapai yang untung," kata dia.
Krakatau Steel
Baca Juga:
Pertamina Pastikan Ketersediaan dan Kelancaran Distribusi Energi Selama Idulfitri 2025
Berdasarkan laporan keuangan semester I 2022, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memiliki total liabilitas hingga US$3,3 miliar atau setara Rp50,7 triliun.
Jumlah itu terdiri dari US$1,54 miliar atau setara Rp23,65 triliun liabilitas jangka pendek dan US$1,75 miliar atau setara Rp26,88 triliun liabilitas jangka panjang.
Total liabilitas BUMN industri manufaktur meningkatkan jika dibandingkan dengan akhir 2021. Saat itu, total liabilitas mencapai US$3,25 miliar.
Baca Juga:
Ini Daftar Promo Spesial Idulfitri dari Pertamina Patra Niaga
Jumlah itu terdiri dari US$1,48 miliar liabilitas jangka pendek dan US$1,76 miliar liabilitas jangka panjang.
CNNIndonesia.com berupaya menghubungi Direktur Utama Krakatu Steel Silmy Karim untuk meminta keterangan terkait bagaimana strategi perusahan dalam menangani utang tersebut. Kendati demikian, Silmy belum merespons. [tum]