"Kami meminta segera tarik aparat kepolisian (personel brimob) di perusahaan sawit PT. Arthu Plantation maupun pada konsesi lainnya di Kalimantan Barat. Jangan ada dan hentikan intimidasi terhadap warga" katanya.
"Polri itu milik semua dan jangan malah menjadi beking pihak perusahaan," tambahnya.
Baca Juga:
Jenderal Maruli Tegaskan, Prajurit TNI Pelaku Penembakan 3 Polisi di Lampung Bakal Dipecat
Warga Terkena Peluru Terluka
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes (Pol) Jansen A Panjaitan mengklaim warga yang terkena tembakan peluru Brimob hanya mengalami luka ruam di kulit.
"Hingga saat ini situasi sudah aman terkendali dan warga atas nama Ji'i yang terkena tembakan peluru hampa juga sudah berangsur pulih," kata Jansen A Panjaitan mengutip Antara.
Baca Juga:
Kasus Penembakan Bos Rental: Permohonan Restitusi Ditolak, Ini Alasan Hakim
Dia menambahkan penegakan hukum oleh anggota Brimob karena warga yang diduga mencuri kelapa sawit berusaha merebut senjata anggota Brimob tersebut.
"Bahkan terdapat salah satu anggota BKO Brimob Polda Kalbar yang terkena pukulan di bagian kepala sebelah kiri atas nama Briptu Sandy Biantoro untuk selanjutnya dilakukan visum," katanya.