Konsumen.WahanaNews.co | Kenaikan risiko stagflasi di tengah potensi perlambatan ekonomi global, dikhawatirkan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani mengatakan beberapa lembaga internasional merevisi proyeksi ekonomi global menjadi lebih rendah dari prediksi sebelumnya.
Baca Juga:
Dunia Terancam ke Jurang Resesi Karena Tarif Baru Trump
Dana Moneter Internasional (IMF) misalnya. Lembaga itu merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,1 persen menjadi 2 persen tahun ini.
Sementara, Bank Dunia (World Bank) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 3,6 persen menjadi 3,2 persen.
"Isu-isu yang menjadi perhatian KSSK, pertama pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya serta meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (1/8).
Baca Juga:
5 Tips Hemat di Masa Resesi Ekonomi Menurut Kemenkeu
Selain itu, Sri Mulyani juga mewaspadai risiko resesi meningkat di global. Maklum, AS baru saja masuk ke jurang resesi pada kuartal II 2022.
"Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara termasuk AS, Eropa, Jepang, China, India diperkirakan lebih rendah, ini disertai meningkatnya kekhawatiran kemungkinan terjadi resesi," jelas Sri Mulyani.
Potensi resesi sejumlah negara dibarengi dengan tekanan inflasi yang terus meningkat. Hal ini karena harga komoditas semakin mahal imbas perang Rusia-Ukraina.